4 alasan kenapa anda gagal saat wawancara kerja di Purwakarta


Setelah anda membaca tentang bagaimana caranya melamar pekerjaan di purwakarta. Sekarang saya akan memberikan tips bagaimana caranya menghadapi wawancara kerja di purwakarta. Jebakan-jebakan apa saja yang biasanya di tanyakan oleh pewawancara (dalam hal ini biayanya orang HRD). Jadi bagi anda yang sedang ada panggilan kerja dan siap di wawancara, tidak ada salahnya membaca dahulu artikel ini.

 

1. ANDA TIDAK TAHU LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

Ketika wawancara pekerjaan, biasanya si pewawancara akan menanyakan “apa yang anda ketahui tentang perusahaan kami?” oleh karena itu sebelum anda melakukan wawancara kerja, cari tahu terlebih dahulu tentang perusahaan yang anda lamar. Misal anda akan melamar ke sebuah perusahaan tekstil di kawasan Purwakarta. Anda harus tahu produk apa saja yang di buat oleh perusahaan tersebut, dengan mengetahui produk yang dibuat oleh perusahaan yang anda lamar itu menjadi lebih lebih bagi penilaian si pewawancara terhadap anda. Anda di nilai memiliki kesungguhan dalam bekerja karena telah mengetahui sedikit banyak tentang perusahaan yang anda lamar.

 

2. ANDA TIDAK PUNYA NILAI JUAL

Pewawancara akan menanyakan berapa gaji yang anda inginkan? Kebanyakan pelamar kerja yang masih baru akan menjawab “sesuai kebijaksanaan dari perusahaan saja, atau UMR saja pak.” ini tidak sepenuhnya salah, tetapi bukan itu sebetulnya yang di inginkan oleh pewawancara. Anda sedang di nilai mengenai kepribadian oleh pewawancara tersebut. Jika anda menjawab demikian, anda berarti seorang yang pasrah dan menerima keadaan. Kurang memiliki semangat. Jawaban yang baik adalah seperti ini ” saya ingin gaji yang besar pak, tapi saya tahu untuk mendapatkan gaji yang besar saya harus bekerja keras dan bersungguh-sungguh juga harus melalui proses yang panjang. Tapi saya yakin saya mampu melalui proses itu dengan baik”. Jika anda menjawab demikian, pewawancara akan melihat anda sebagai orang yang bersemangat dan punya mimpi dan tentu saja tidak akan mengecewakan perusahaan yang sedang dia pimpin

3. ANDA TERLALU MENJILAT

Tidak sedikit pewawancara yang menanyakan alasan anda ingin bekerja di perusahaan yang sedang dia pimpin, dan rata-rata orang akan menjawab untuk menyenangkan hati si pewawancara. Misal seperti ini “saya ingin memajukan perusahaan ini dan menjadi perusahaan yang nomor satu di dunia, serta saya juga ingin berdedikasi kepada perusahaan ini” ini memang jawaban yang bagus dan positif. Tapi, apakah anda yang akan melakukan itu? Pewawancara akan menilai anda sebagai penjilat dan ini tidak bagus. Jawaban yang tepat adalah jawaban yang realistis dan tidak mengada-ngada. Contoh seperti ini “saya butuh uang pak, dan untuk mendapatkan uang saya harus bekerja. Dan agar tetap bekerja tentu saja saya harus bekerja dengan baik. Jika bapak menerima saya di perusahaan ini saya akan berusaha memberikan kinerja yang maksimal yang semoga dapat membantu keberlangsungan perusahaan”. Ini jawaban yang realistis dan sesuai dengan keadaan

 

4. ANDA TIDAK MEMILIKI SKILL YANG DIBUTUHKAN

Pewawancara pasti akan menanyakan apa kelebihan anda dengan pelamar lain. Apa yang bisa anda tawarkan kepada perusahaan. Dengan kata lain pewawancara ingin mengetahui skill apa yang anda miliki. Anda harus memiliki nilai lebih dalam diri anda misal seperti “saya mampu mengoperasikan komputer dengan baik, saya menguasai program Microsoft Office, saya mampu mengoperasikan program Autocad” perlu di ketahui. Kemampuan komputer saat ini menjadi kebutuhan khusus di sebuah perusahaan. Jadi tidak ada salahnya bagi anda yang belum memiliki kemampuan tersebut untuk belajar terlebih dahulu. Banyak buku yang beredar dan anda dapat mempelajarinya sendiri atau anda dapat mengikuti kursus pelatihan komputer yang ada di Purwakarta. Salah satunya anda dapat kursus di Alego Creative Studio yang ada di Purwakarta

 

 

By Irvan Galuh,

Be the first to write a comment.

Your feedback